Kebudayaan
Tembok Besar Cina, salah satu hasil kebudayaan Sungai Kuning.

Masyarakat Cina kuno telah mengenal tulisan sejak 1500 SM yang ditulis pada kulit
penyu atau
bambu[4]. Pada awalnya huruf Cina yang dibuat sangat sederhana, yaitu satu lambang untuk satu pengertian. Pada masa pemerintahan
Dinasti Han, seni
sastra Cina kuno berkembang pesat seiring dengan ditemukannya kertas.
[4] Ajaran
Lao Zi, Kong Fu Zi, dan
Meng Zi banyak dibukukan baik oleh
filsuf itu sendiri maupun para pengikutnya.
[3] Pada masa pemerintahan
Dinasti Tang, hidup dua orang
pujangga terkemuka yang banyak menulis puisi kuno, yaitu Li Tai Po dan Tu Fu.
[4] Selain berupa
sastra,
kebudayaan Cina yang muncul dan berkembang di lembah
Sungai Kuning adalah
seni lukis,
keramik,
kuil, dan
istana.
[4] Perkembangan seni lukis terlihat dari banyaknya
lukisan hasil karya tokoh ternama yang menghiasi istana dan kuil.
[5] Lukisan yang dipajang umumnya berupa lukisan alam semesta, lukisan dewa-dewa, dan lukisan raja yang pernah memerintah.
[5]
Keramik Cina merupakan hasil kebudayaan rakyat yang bernilai sangat
tinggi dan menjadi salah satu komoditi perdagangan saat itu.
[4] Rakyar Cina menganggap bahwa
kaisar atau
raja merupakan penjelmaan
dewa sehingga istana untuk sang raja dibangun dengan indah dan megah.
[5] Hasil kebudayaan Cina yang sangat terkenal hingga saat ini adalah
Tembok Besar Cina yang dibangun pada masa
Dinasti Qin untuk menangkal serangan dari musuh di bagian utara Cina.
[6] Kaisar
Qin Shi Huang menghubungkan dinding-dinding pertahanan yang telah dibangun tersebut menjadi tembok raksasa dengan sepanjang 7000 km.
[6]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar