Sabtu, 09 Juni 2012

Guru Terpencil


Guru Terpencil

[Serambi Indonesia, 26 November 2011]
Oleh Azrul Rizki
SECARA keseluruhan sistem pendidikan di Aceh sudah menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik. Namun, dalam hal kesetaraan masih ada perbedaan mencolok kualitas pendidikan di daerah terpencil dengan kota di Aceh.
Secara kasar bisa kita lihat pendidikan di kota lebih baik dari segi kemajuan teknologi dan tenaga pendidik. Hal itu disebabkan perbedaan perhatian dari dinas dan pemerintah yang hanya memfokuskan pendidikan di kota. Guru daerah terpencil yang tertinggal secara materi pembelajaran dan teknologi menyebabkan sebagian siswa yang rata-rata pengetahuannya hanya diperoleh dari sang guru dominan tertinggal dari siswa di kota. Perbandingan itu merupakan aspek yang harus diketahui oleh guru untuk mewujudkan pendidikan yang berbasis teknologi menjadi sarana pembelajaran di sekolah.Siswa daerah terpencil yang berlatarbelakang keluarga menengah ke bawah secara otomatis tidak memiliki komputer untuk penunjang pendidikan mereka. Sekolah-sekolah terpencil tidak memiliki ruang khusus untuk mengajarkan komputer yang merupakan kebutuhan wajib sekarang di dunia teknologi termasuk teknologi pembelajaran.Tugas guru daerah terpencil sangat berat dibanding dengan guru kota. Sebagai contoh, SMA di pusat kota menyaring semua siswa terbaik dari daerah-daerah terpencil untuk masuk ke sekolah favorit di ibukota kabupaten. Dengan mengadakan soal tes kelulusan dengan begitu ketat. Hanya yang terbaik dan dianggap pandai yang bisa masuk ke sekolah favorit. Sedangkan di sekolah terpencil hanya menerima siswa ‘buangan’ dari yang tidak lulus tes. Kesimpulannya, guru di kota hanya mengajari siswa pandai untuk mengasah otak mereka. Beban guru daerah terpencil yang dikatakan sulit harus menghadapi siswa dengan kecerdasan sedikit kurang dari siswa kota.
Deskripsi pendidikan seperti inilah yang menyebabkan daerah terpencil terpuruk dari segi pendidikan. Daerah terpencil merupakan suatu wilayah di provinsi yang harus diperhatikan oleh dinas. Kesetaraan pembagian sarana baik komputer, LCD proyektor dan penataran terhadap guru-guru harus diseimbangkan dengan sekolah kota pada umumnya.
Penataran dan diklat yang dilakukan oleh dinas pendidikan selalu menekankan untuk pemanfaatan teknologi informasi. Di bidang itu, guru daerah terpencil masih ‘megap-megap’ dikarenakan awam terhadap komputer. Guru terpencil cenderung hanya menggunakan metode ceramah untuk mengajari siswa, berbeda dengan guru kota yang sering menerima pembaharuan dalam sistem mengajar karena mempelajari dari buku dan internet. Maka layak jika dikatakan guru di desa cenderung tertinggal daripada guru di kota.
Pendidikan berbasis teknologi sangat dibutuhkan di desa untuk kesetaraan dengan siswa di kota. Perbandingan yang selalu kita dengar sekarang selalu mengaitkan pendidikan antara desa terpencil dan kota, baik dari segi pengetahuan dan guru. Dalam PLPG yang diadakan oleh pemerintah untuk mencetak guru bersertifikat atau mempunyai keahlian dalam mengajar juga sering guru kota bisa menyombongkan diri karena mereka lebih mengetahui trik-trik baru untuk mengajar. Kita katakan dalam membuat RPP, guru di kota cenderung lebih bisa membuat dan menjabarkan SK dan KD untuk kesempurnaan rencana pembelajaran yang akan dicapai. Sedangkan untuk guru di desa, mereka jarang sekali menggunakan RPP selain hanya RPP pertahun. Maka lazim kita temui di tempat rental komputer para guru sertifikasi dari desa yang mengupah untuk mengetik atau membuat RPP.
Pihak Dinas Pendidikan harus benar-benar jeli untuk memandang kasus-kasus seperti itu untuk menyesuaikan pembelajaran bermutu bagi guru-guru. Guru di desa juga mempunyai hal khusus yang lebih sabar untuk mendidik dan melaksanakan pembelajaran. Pemahaman materi yang selalu memusatkan agar siswa bisa mencerna merupakan suatu keahlian yang menarik dari guru terpencil. Guru di kota juga mengajarkan demikian tapi lebih cenderung ada istilah ‘yang bisa bertambah bisa, yang kurang faham bertambah tertinggal’ dikarenakan melihat persentase siswa yang faham. Maka jika ada yang tak faham silahkan untuk tertinggal.
Hal utama yang harus dilakukan oleh dinas adalah membuat penataran di sekolah-sekolah terpencil berupa pendalaman pemahaman terhadap IPTEK dan sistem pembelajaran. Pembangunan ruang-ruang khusus untuk pembelajaran komputer dan tersedianya internet sebagai penunjang proses belajar di desa. Ada juga sekolah-sekolah di desa yang sudah mempunyai komputer tapi sangat minim yang mengoperasikan dikarenakan tenaga ahli di sekolah itu sangat kurang. Seminar-seminar berwawasan pendidikan adalah hal yang selalu dibutuhkan oleh guru di desa untuk memanfaatkan sarana yang sudah ada dan mencetak siswa berwawasan IPTEK dan lebih berpengalaman jika ia bekerja dan bersaing di kota.
Terlepas dari semua hal itu, dinas sudah membuat gebrakan baru bagi daerah terpencil dengan mendatangkan 301 siswa lulusan SMA terpencil di seluruh kabupaten/kota pada awal tahun 2009 silam untuk belajar dan mendapat beasiswa penuh dari Komisi Beasiswa Aceh. Harapan adanya penyetaraan bagi pendidikan di desa merupakan harapan semua siswa dan guru-guru terpencil yang mengabdikan diri untuk kepentingan bangsa.
Semoga ke depan, sekolah di desa menjadi unggulan dan lebih bisa bersaing dengan pendidikan kota baik dari segi pengetahuan dan kecukupan sarana pembelajaran.

Guru Melimpah di Pusat Kota, Minim di Desa TerpenciL


BANDUNG, (PRLM).- Meski jumlah guru di pusat-pusat kota melimpah sedangkan di desa-desa terpencil kekurangan guru, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tidak memiliki kewenangan pemerataan guru. Di lain pihak, kesadaran guru untuk mengabdi di daerah masih rendah. Aturan waktu mengajar minimal 24 jam per pekan yang menjadi bagian program Sertifikasi Guru diharapkan bisa menciptakan pemerataan secara alami.
“Di kota-kota besar seperti Bandung, para guru kekurangan kelas sehingga terjadi rebutan jam mengajar, tapi di daerah-daerah, ada ribuan sekolah yang kekurangan guru. Ironisnya, dalam sistem otonomi sekarang, kami tidak bisa berbuat banyak dalam hal pemerataan guru,” kata Kadisdik Jabar Wachyudin Zarkasyi di Bandung, Selasa (20/3/12).
Menurut Wachyudin, pemerataan guru nantinya akan terjadi secara alami lewat program Sertifikasi Guru yang mencakup keharusan bagi para guru memiliki waktu mengajar tatap muka minimal 24 jam per pekan. “Sekarang saja saat baru 30-an persen guru sudah tersertifikasi, sudah terjadi rebutan jam mengajar di kota-kota besar. Apalagi nanti jika sertifikasi ditargetkan tuntas pada 2015. Ini berarti, di beberapa kota, jumlah guru memang sudah terlalu banyak,” tuturnya.
Sebelumnya, gejala saling berebut jam mengajar di sekolah disuarakan, salah satunya, oleh para guru honorer di Kota Bandung yang terwadahi dalam Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH). Mereka mengeluhkan adanya penyingkiran guru honorer di beberapa sekolah oleh para guru PNS yang mengejar jam mengajar minimal. “Gejalanya mulai sejak tahun lalu dan semakin terasa sekarang,” ujar Ketua FKGH Kota Bandung Yanyan

Kebudayaan Sungai Kuning.Masyarakat Cina kuno


Kebudayaan

Tembok Besar Cina, salah satu hasil kebudayaan Sungai Kuning.
Masyarakat Cina kuno telah mengenal tulisan sejak 1500 SM yang ditulis pada kulit penyu atau bambu[4]. Pada awalnya huruf Cina yang dibuat sangat sederhana, yaitu satu lambang untuk satu pengertian. Pada masa pemerintahan Dinasti Han, seni sastra Cina kuno berkembang pesat seiring dengan ditemukannya kertas.[4] Ajaran Lao Zi, Kong Fu Zi, dan Meng Zi banyak dibukukan baik oleh filsuf itu sendiri maupun para pengikutnya.[3] Pada masa pemerintahan Dinasti Tang, hidup dua orang pujangga terkemuka yang banyak menulis puisi kuno, yaitu Li Tai Po dan Tu Fu.[4] Selain berupa sastra, kebudayaan Cina yang muncul dan berkembang di lembah Sungai Kuning adalah seni lukis, keramik, kuil, dan istana.[4] Perkembangan seni lukis terlihat dari banyaknya lukisan hasil karya tokoh ternama yang menghiasi istana dan kuil.[5] Lukisan yang dipajang umumnya berupa lukisan alam semesta, lukisan dewa-dewa, dan lukisan raja yang pernah memerintah.[5] Keramik Cina merupakan hasil kebudayaan rakyat yang bernilai sangat tinggi dan menjadi salah satu komoditi perdagangan saat itu.[4] Rakyar Cina menganggap bahwa kaisar atau raja merupakan penjelmaan dewa sehingga istana untuk sang raja dibangun dengan indah dan megah.[5] Hasil kebudayaan Cina yang sangat terkenal hingga saat ini adalah Tembok Besar Cina yang dibangun pada masa Dinasti Qin untuk menangkal serangan dari musuh di bagian utara Cina.[6] Kaisar Qin Shi Huang menghubungkan dinding-dinding pertahanan yang telah dibangun tersebut menjadi tembok raksasa dengan sepanjang 7000 km.[6]

Pemerintahan Peradaban Lembah Sungai Kuning


Pemerintahan

Dalam kehidupan kenegaraan Cina kuno, ada dua macam sistem pemerintahan yang dianut yaitu feodal dan unitaris.[7] Dalam sistem pemerintahan feodal, kaisar tidak menangani langsung urusan kenegaraan karena kedudukan kaisar bersifat sakral.[7] Kaisar dianggap sebagai utusan atau anak dewa langit sehingga tidak pantas mengurusi politik praktis.[7]. Sedangkan pada sistem pemerintahan unitaris, kaisar berkuasa mutlak dalam pemerintahan sehingga kaisar berhak campur tangan dalam semua politik praktis.[7] Sejarah mencatat terdapat banyak dinasti yang membangun Cina menjadi bangsa besar, di anataranya adalah Dinasti Shang, Dinasti Chou, Dinasti Qin, Dinasti Han, dan Dinasti Tang.[7] Dinasti Shang (Hsia) merupakan dinasti tertua di Cina walaupun tidak banyak peninggalan tertulis mengenai dinasti ini.[7] Berdasarkan cerita rakyat Cina kuno, pada masa ini telah berkembang sistem kepercayaan terhadap Dewa Shang-Ti.[7] Dinasti Chou adalah dinasti ketiga di Cina dan pada masa ini diterapkan prinsip feodalisme dengan pembagian kekuasaan pemerintahan[8] Pemerintah pusat yang dipimpin kaisar dibagi menjadi daerah-daerah pemerintahan yang dipimpin oleh raja bawahan[8] Pada masa pemerintahan Dinasti Qin, sistem tersebut berubah karena Raja Cheng yang bergelar Qin Shi Huang membentuk Cina menjadi negara kesatuan yang hanya diperintah oleh satu orang pemimpin.[8] Dalam pemerintahan Qin Shi Huang, dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan Cina berkembang.[8] Sayangnya saat beliau meninggal terjadi kekacauan karena perebutan kekuasan yang pada akhirnya berhasil diatasi oleh Liu-Pa.[5] Liu-Pa mendirikan Dinasti Han yang mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Han Wudi.[5] Salah satu dinasti yang terpenting dalam sejarah Cina adalah Dinasti Tang karena Cina berhasil memperluas wilayah kekuasaannya, mencapai kejayaan dengan kehidupan masyarakat yang makmur dan sejahterah, serta berkembangan kesenian dan kebudayaan Cina kuno.[5].

Peradaban Lembah Sungai Kuning


Peradaban Lembah Sungai Kuning adalah peradaban bangsa Cina yang muncul di lembah Sungai Kuning (Hwang Ho atau yang sekarang disebut Huang He).[1] Sungai Hwang Ho disebut sebagai Sungai Kuning karena membawa lumpur kuning sepanjang alirannya.[1] Sungai ini bersumber dari Pegunungan Kwen-Lun di Tibet dan mengalir melalui daerah Pegunungan Cina Utara hingga membentuk dataran rendah dan bermuara di Teluk Tsii-Li, Laut Kuning[1]. Pada daerah lembah sungai yang subur inilah kebudayaan bangsa Cina berawal. [1] Dalam sejarah, daerah tersebut menyulitkan masyarakat Cina kuno untuk melaksanakan aktivitas hidupnya karena terjadinya pembekuan es di musim dingin dan ketika es mulai mencair akan terjadi banjir serta air bah.[1] Berbagai kesulitan dan tantangan tersebut mendorong bangsa Cina untuk berpikir dan mengatasinya dengan pembangunan tanggul raksasa di sepanjang sungai tersebut.[1]

Pendidikan Ilmu Komputer UPI Menghasilkan Guru TIK


Pendidikan Ilmu Komputer UPI Menghasilkan Guru TIK

Waktu begitu tak terasa terus berlalu tanpa ada siapapun yang bisa menghalanginya. Aku, yang saat menulis tulisan ini pun cukup termakan waktu dan hampir akan menjadi korban waktu juga. Tak terasa sudah empat tahun lebih aku berada di prodi pendidikan Ilmu komputer. Banyak sekali cerita di prodi itu dan saya benar-benar merasa bangga akan keberadaan saya di Keluarga Mahasiswa Komputer.
Bicara mengenai prodi Pendidikan Ilmu Komputer, prodi tersebut merupakan prodi yang memang benar-benar diciptakan untuk menjawab tantangan zaman yang semakin haus akan teknologi informasi dan komunikasi terutama di bidang pendidikan. Tentunya prodi ini diciptakan selain mempersiapkan siswa-siswi untuk lebih melek teknologi, tetapi juga menjadi sebuah pioneer penggerbrak baru dalam bidang pendidikan. Anda pun sudah barang tentu mengetahui bahwa guru-guru mata pelajaran TIK di SMP/SMA maupun guru di TKJ/Multimedia/Informatika SMK itu tidak ada yang memang benar-benar dipersiapkan dalam menularkan ilmu pada mata pelajaran tersebut. Tetapi jangan khawatir, sebuah prodi yang telah empat tahun lebih lamanya saya tempati ini dipersiapkan untuk menelurkan tenaga-tenaga pendidik berkaitan dengan hal tersebut.
Setiap mata kuliah yang prodi tersebut memang dibuat dan diadakan untuk mempersiapkan calon guru TIK yang professional. Daftar mata kuliah yang diajarkan di prodi ini bisa dilihat di : Situs Resmi Prodi Pendidikan Ilmu Komputer.  Sehingga, prodi Pendidikan Ilmu Komputer ini cocok untuk menjadi guru TIK di SD, SMP, SMA maupun di SMK.
Selain itu, prodi Pendidikan Ilmu Komputer ini memiliki kelebihan. Selain dipersiapkan untuk mengajar hal-hal yang berkaitan dengan TIK, lulusannya juga bisa mengambil lahan kerja yang lain di bidang IT seperti menjadi programmer, desainer, system enginer dan lain-lain. Mengapa bisa?kembali lagi ke atas dan lihat kembali daftar mata kuliah yang diberikan. Sebagai contoh saja, lulusan pendidikan ilmu computer bisa menjadi programmer karena sewaktu kuliah diajarkan algoritma dan pemrograman yang dimana mata kuliah lain selalu menuntut mahasiswanya untuk bisa pemrograman karena mereka harus mengerjakan tugas besar di beberapa mata kuliah seperti Basis Data, Sistem Basis Data, Desain web dan lain-lain.
Saat di dalam perkuliahan suatu mata kuliah, dosen kami yang saat tulisan ini dibuat menjabat posisi sebagai Kaprodi Pendidikan Ilmu Komputer yaitu bapak Yudi Wibisono kurang lebih menjelaskan bahwa mahasiswa dituntut seperti itu tidak lain semata-mata sebagai suatu pembiasaan dalam sebuah proses pembentukan karakter lulusan Prodi Pendidikan Ilmu Komputer ini menjadi lulusan yang professional di bidangnya dan mampu terjun ke dunia kerja dengan matang karena sudah dibiasakan sebelumnya.
Kurikulum Pembelajaran TIK pun diajarkan dalam perkuliahan. Di dalam mata kuliah ini, kami belajar banyak hal tentang kurikulum TIK yang diberikan di sekolah. Selain itu, kami juga diberi perkuliahan mengenai “belajar dan pembelajaran Ilmu Komputer”, “evaluasi pembelajaran”, dll. Diberikannya mata kuliah ini dalam perkuliahan sangat menunjukkan bahwa lulusan prodi ini memang benar-benar dipersiapkan untuk melahirkan seorang guru TIK.
Tidak hanya itu saja, di Prodi Pendidikan Ilmu Komputer ini mahasiswa benar-benar dirangsang untuk selau tumbuh lebih “mapan”. Bagai mana tidak, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di prodi ini cukup banyak. Bagi yang senang desain grafis, ada UKM ClubInk, bagi yang senang Web Programming ada OSTRIC, dan lain-lain.  Ditambah lagi mahasiswa benar-benar diberikan kesempatan untuk mengembangkan dirinya dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium secara optimal.
Dunia pendidikan kini memang membutuhkan tenaga pendidik dalam bidang TIK yang professional dalam rangka memperiapkan generasi penerus bangsa yang lebih melek TIK. Dalam hal ini, guru TIK yang memang benar-benar dipersiapkan untuk terjun dan mengajar TIK lah yang memang dibutuhkan oleh sekolah-sekolah yang selama ini mencari guru TIK. Dan kembali lagi, UPI telah membuat sebuah prodi yang siap menjawab semua tantangan itu yaitu

Siswi Indonesia Teliti Biji Tanaman dari Misi Luar Angkasa


Jakarta, Sejumlah siswi Indonesia dari 40 SMA di nusantara terlibat dalam proyek penelitian biji dari misi luar angkasa. Penelitian para siswi ini adalah bagian dari program L'oreal Girls Science Camp (LGSC) 2012, sebuah kompetisi sains yang ditujukan khusus bagi siswi SMA Kelas X. Dalam proyek penelitian ini, siswi diajak mengamati perkembangan biji tanaman Garden Balsam (Impatiens balsamina) yang sebelumnya telah dibawa ke luar angkasa.
Biji Garden Balsam sebelumnya telah dibawa ke antariksa lewat pesawat ulang alik Discovery. Biji dibawa selama 6 bulan dalam program Space Seeds for ASEAN Future yang diselenggarakan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) dan negara-negara Asia Tenggara. Program LGSC 2012 menantang para siswi untuk melihat perbedaan biji Garden Balsam yang sempat dikirim ke antariksa dan yang tidak. Metode dan analisis dari setiap siswi akan dilihat.
Saat ini, telah terpilih 15 tim sebagai finalis. Mereka akan mempresentasikan hasil penelitian di Rumah Jambuluwuk, Ciawi, pada Rabu (16/5/2012). Pihak L'oreal sebagai penyelenggara mengungkapkan bahwa penyelenggaraan LGSC 2012 tak lepas dari upaya memasyarakatkan sains dan menarik minat remaja putri ke dunia ilmu pengetahuan.
"Sains telah menjadi dasar dari inovasi L'oreal dari seluruh dunia. Memahami bahwa sains dan riset merupakan dasar penting bagi pembangunan si sebuah negara," kata Vismay Sharma, Presiden Direktur L'oreal Indonesia.
Proyek LGSC kali ini diadakan dengan kerjasama bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Pihak LAPAN menyediakan bibit dari luar angkasa yang dijadikan objek penelitian.
Clara Yono Yatini, Kepala Pusat Sains Antariksa LAPAN, mengatakan, "Remaja bisa memiliki ketertarikan dan kepedulian pada antariksa. Ini bisa didapatkan dengan penelitian biji ini."
Penelitian biji adalah salah satu cara mengeksplorasi antariksa. Fakta ataupun pertanyaan baru bisa didapatkann seperti apakah ada makhluk hidup di luar angkasa dan apakah mungkin makhluk hidup di Bumi bisa hidup di antariksa. Clara menjelaskan, kepedulian pada antariksa akan mendasari sikap kita pada Bumi.
"Jika ternyata bahwa Bumi adalah satu-satunya tempat yang bisa dihuni, maka kita harus sadar bahwa kita harus menjaganya," katanya.

Muslim dan Muslimah yang Pernah Menjelajah Ruang Angkasa


Muslim dan Muslimah yang Pernah Menjelajah Ruang Angkasa

Muslim dan MuslimahPada tanggal 22 Juli 2009 yang lalu jutaan penduduk di belahan benua Asia, -khususnya yang berada di wilayah belahan India, Nepal, Myanmar, Bangladesh, Bhutan, dan China- telah menyaksikan fenomena alam yang sangat langka yaitu  gerhana matahari total-. Peristiwa yang terjadi di luar angkasa ini  telah menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan awam maupun ilmuwan. Siapa pun yang sempat menyaksikan peristiwa ini,  dalam hati kecilnya mungkin  terselip rasa kagum dan takjub atas peristiwa alam yang  mungkin hanya bisa dinikmati sekali dalam sepanjang hidupnya ini. Bagaimana  jika melihat bumi dan sekelilingnya dari luar angkasa? Inilah saudara-saudara  kita, muslim dan muslimah, yang telah beruntung dapat menyaksikan bumi dari luar angkasa, yang tentunya menjadi pengalaman sangat berharga dan takkan terlupakan bagi mereka.
Muslim pertama yang melakukan perjalanan ke ruang angkasa  adalah Pangeran Sultan bin Salman AbdulAziz Al-Saud dari Arab Saudi. Pada tahun 1985, Al-Saud ikut bersama kru yang menjalankan misi ruang angkasa STS-S1G dengan menggunakan pesawat Discovery milik AS, untuk mengorbitkan satelit komunikasi ARABSAT 1-B. Dalam misi ini, Al-Saud bukan hanya menjadi Muslim pertama yang pergi ke ruang angkasa tapi juga menjadi anggota kerajaan Saudi pertama yang berhasil menjelajah ruang angkasa. Setelah menyelesaikan misinya, Al-Saud kemudian mendirikan organisasi non-profit Asosiasi Penjelajah Ruang Angkasa, sebagai wadah berkumpulnya para astronot dan kosmonot dari seluruh dunia. Al-Saud sendiri yang menjadi direktur asosiasi itu selama beberapa tahun.
Dua tahun setelah keberangkatan Al-Saudi, tepatnya pada bulan Juli 1987, Muslim asal Suriah bernama Mohammed Faris ikut dalam misi Soyuz TM-3 ke stasiun ruang angkasa Rusia, Mir. Mohammed Faris, anggota Angkatan Udara Suriah berpangkat kolonel itu, menjalankan misi penelitian ke Mir.
Lima bulan kemudian, Musa Manarov, seorang Muslim keturunan Azerbaijan yang berpangkat kolonel di Angkatan Udara Uni Sovyet juga berangkat ke luar angkasa dalam misi Soyuz TM-4 ke stasiun ruang angkasa Mir. Manarov bersama tim Soyuz TM-4, menjadi Muslim pertama yang tinggal di ruang angkasa selama satu tahun penuh. Ia kembali ke bumi pada Desember 1988. Musa Manarov kembali melakukan penjelajahan ke luar angkasa pada Desember 1990 dalam misi Soyuz TM-11. Kali ini ia tinggal selama satu tahun tiga bulan di ruang angkasa dan melakukan lebih dari 20 jam perjalanan, menjelajah ruang angkasa.
Muslim lainnya yang juga pernah menjalankan misi ke luar angkasa adalah Abdul Ahad Mohmand asal Afghanistan. Pilot Angkatan Udara Afghanistan itu ikut dalam misi Soyuz TM-6 pada bulan Agustus 1988 sebagai kosmonot yang melakukan riset selama delapan hari di Mir. Dalam misi ini, Mohmand bahkan menjadi pahlawan penyelamat bagi kru lainnya, ketika kapsul yang akan membawanya kembali ke bumi mengalami kendala saat akan memasuki atmosfir bumi.
Kurang dari 10 tahun setelah misi Mohamd, Muslim-muslim lainnya menyusul, mengikuti berbagai misi ke ruang angkasa. Antara lain Tokhtar Aubakirov dari Kazakhstan yang ikut dalam misi Soyuz TM-13 ke Mir tahun 1991. Kemudian tahun 1994, misi Soyuz TM-19 mengikutsertakan Talgat Musabayev, seorang Muslim yang juga asal Kazakhstan.
Jika perjalanan ruang angkasa selama bertahun-tahun didominasi oleh kaum lelaki Muslim, pada bulan September 2006, muslimah AS keturunan Iran, Anousheh Ansari berhasil mendobrak rekor menjadi muslimah pertama sekaligus turis pertama dalam program perjalanan ke ruang angkasa. Ansara melakukan “wisata ruang angkasa”nya dengan menggunakan Soyuz TM-9 yang menjadi bagian dari misi Expedition 14.
Pada bulan Oktober tahun 2007, seorang ahli bedah ortopedi dari Universiti Kebangsaan Malaysia bernama Muszaphar Shukor berhasil menembus atmosfir bumi bersama para astronot Rusia dalam peluncuran stasiun ruang angkasa Soyuz TMA-11. Shukor sukses menjalankan misi ruang angkasanya selama 11 hari dan kembali ke bumi pada 21 Oktober 2007, tepatnya di wilayah Kazakhstan pukul 10.43 waktu setempat.

Melanjutkan Pendidikan di Prancis


Perguruan-perguruan tinggi Prancis menawarkan pelatihan-pelatihan dan pendidikan sarjana (S1, master atau doktorat) dengan kualitas yang diakui secara internasional. Di seluruh wilayah Prancis terdapat berbagai macam perguruan tinggi berkualitas yang mengajarkan semua bidang ilmu: universitas, politeknik, sekolah bisnis, institusi dan sekolah pemerintahan. Keberhasilan pendidikan mereka dapat dilihat dari kesuksesan ilmiah yang mereka capai (penghargaan Nobel), teknologi dan industri (teknologi luar angkasa, komunikasi, transportasi, energi, dll.), serta di bidang budaya.

Perguruan tinggi Prancis membuka diri lebar-lebar kepada dunia internasional dan meskipun biaya pendidikannya sebanding dengan pendidikan di negara-negara Eropa lainnya, mekanisme pembiayaannya (beasiswa, tempat tinggal, makanan, kehidupan budaya) memungkinkan para mahasiswa asing mendapatkan kehidupan yang baik.

Kemahiran Bahasa Prancis yang Dipersyaratkan

Belajar bahasa Prancis di Indonesia adalah salah satu kunci sukses untuk melanjutkan pendidikan Anda di Prancis.
Tingkat kemahiran bahasa Prancis yang dipersyaratkan untuk masuk universitas di Prancis adalah B2. Sertifikasi dibutuhkan untuk membuktikan tingkat kemahiran bahasa Prancis Anda.

Bagi para mahasiswa yang memilih program pendidikan berbahasa Inggris, kami menyarankan persiapan tes bahasa Prancis tingkat A2. Tingkat  kemahiran ini berguna untuk komunikasi di kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa Prancis dasar ini, Anda dapat membuat kemajuan dengan lebih mudah dan menikmati kehidupan di Prancis.

Rekan mahasiswa, bila Anda ingin belajar di Prancis, Institut Prancis di Indonesia (IFI) dan CampusFrance selalu ada untuk membantu Anda.

Jangan ragu lagi dan segera belajar di Prancis!